With SERVE and SMILE

Foto saya
ESIA :(021)9187 9973 XL : 0878 800 525 61 FAX :(021)829 81 78

Selasa, 29 Desember 2009

TAMPAK SIRING

IDENTIFIKASI dan DAYA TARIK .
Di kawasan areal Tampak siring terdapat Istana Presiden RI . dan dibawahnya terdapat Pura Tirtha Empul yang mempunyai sumber air yang besar . Air ini kemudian disalurkan melalui pancuran , antara lain untuk kepentingan penduduk setempat . Dipura Tirtha Empul terdapat peninggalan Purbakala , antara lain berupa ; Lingga Yoni dan Arca Nandi yang ditempatkan di belakang aling-aling pintu masuk Pura . Sebuah prasasti batu yang kini disimpan di desa Manukaya menyebutkan nama Pura ini yang dibangun oleh Ratu Indrajayasingha Warmadewa . Prasasti ini berangka tahun 882 cakka ( 960 M ) , yang diduga tahun pendirian Pura Tirtha Empul .

LOKASI .
Desa Tampak Siring telah lama dikenal oleh dunia dan dapat dikunjungi dengan mudah sekali dari Denpasar dengan menempuh jarak sekitar 37 Km . Melalui desa Mas yang mempunyai sejumlah toko-toko Souvenir dan pemahat-pemahat yang terkenal seperti : Ida Bagus Nyana , Ida Bagus Tilem , dan lain-lain .


FASILITAS .
Didepan pura terdapat sebuah Wantilan untuk keperluan Upacara atau untuk berteduh bagi pengunjung yang semakin banyak jumlahnya . Diluar halaman Pura terdapat sebuah taman yang baru saja dibangun , sejumlah kios-kios barang-barang seni , warung-warung makanan dan minuman serta tempat parkir yang memadai .
WAKTU BERKUNJUNG : menjelang siang / sore



DESKRIPSI .
Disebelah timur Istana Tampak Siring , terdapat Pura Pegulingan , yang dapat dicapai dari Tampak Siring melalui jalan raya jurusan kintamani . Pura ini baru ditemukan pada tahun 1983 . yang lalu dan ternyata merupakan bukti Penyebaran Agama Budha yang sangat penting . Disini ditemukan Stupa berkaki delapan , selanjutnya

DESKRIPSI TAMPAK SIRING

Disebelah timur

GUNUNG KAWI SEBATU

IDENTIFIKASI dan DAYA TARIK .
Selain Gunung Kawi Sebatu di Gianyar ada lagi 2 (dua) gunung Kawi , yaitu :
  • Gunung Kawi di Tampak Siring .
  • Gunung Kawi Bebiha .

LOKASI .
Gunung Kawi Sebatu , seperti tampak dalam namanya , terletak di desa sebatu , kecamatan Tegalalang , Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar , kira-kira 40 Km dari kota Denpasar atau 21 Km dari kota Gianyar .
Tempat ini dapat dikunjungi dengan mudah melalui desa Peliatan atau melalui Tampak Siring , melalui hamparan sawah yang indah , diantara desa-desa yang mempunyai seni kerajinan yang baik , terutama karya seni pahat . Gunung Kawi Sebatu mempunyai sumber air yang cukup besar , yang disalurkan melalui pancuran dan didekatnya terdapat sebuah pura . Kecuali untuk keperluan pertanian , air ini juga dapat memenuhi kebutuhan penduduk sehari-hari akan air minum .


FASILITAS .
Belum ada Fasilitas untuk pengunjung hanya baru ada warung-warung makanan dan minuman
waktu berkunjung siang hari .

DESKRIPSI .
Sebatu telah lama dikenal dikalangan wisatawan , karena menghasilkan seni pahat yang berkualitas baik dan memperlihatkan gaya setempat yang menarik . Desa Sebatu dan demikian juga desa Pujung yang terletak tidak jauh di sebelah barat desa Sebatu, ternyata mempunyai patung-patung kayu dan barang-barang souvenir lainnya yang berkualitas baik . Seniman di desa Pujung juaga memperlihatkan gayanya sendiri oleh karena itu tidak mengherankan jika pengunjung yang datang kemari semakin meningkat dari tahun ke tahun .,


(kopraljvc043-hk/29dec/18.12) mahabbah travel

WISATA ALAM PETULU

IDENTIFIKASI dan DAYA TARIK .
PETULU adalah sebuah desa yang memiliki suatu obyek wisata alam yang khas di Pulau Bali , yaitu tempat bermukimnya ribuan burung Bangau atau yang didalam bahasa setempat disebut KOKOKAN . Wisatawan dapat menyaksikan satu siklus mobilitas burung bangau yang sangat indah dan menarik , dimana setiap pagi hari burung-burung itu meninggalkan lokasi tersebar ke berbagai penjuru untuk mencari makan dan kemudian kembali lagi tiap sore hari untuk bermukim pada malam harinya di berbagai pepohonan didesa tersebut .bahkan di lokasi tersebut , bangau-bangau itu juga mengalami Kasmaran , Kawin , Bersaarang , Bertelur , Beranak . Membesarkan anak dalam satu siklus alamiah yang ada pada umumnya berlangsung sekitar bulan September sampai Januari . Obyek Wisata alam Petulu dikelola oleh Desa Petulu .

LOKASI .
Desa PETULU terletak sekitar 4 Km disebelah Utara desa UBUD atau pada jarak 26Km dari kota Denpasar . Desa Petulu termasuk Kecamatan Ubud , Kabupaten Gianyar .
Pemukiman burung-burung berbulu Putih mulus itu terkonsentrasi pada ratusan pepohonan di kawasan Petulu gunung . Desa Petulu merupakan sebuah desa yang teduh terletak pada ketinggian sekitar 250m di atas permukaan laut .


FASILITAS dan WAKTU KUNJUNGAN .
Desa Petulu belum memiliki tempat penginapan atau Restauran (mungkin karena letaknya berdekatan serta mudah di jangkau dari lokasi wisata Ubud .
Waktu berkunjung yang baik adalah pada saat pagi hari serta Sore hari . Bahkan bagi para peneliti ( Biologi atau Ekologi ) dapat hidup sepanjang hari untuk mengamati secara intensif prilaku burung-burung tersebut .



DESKRIPSI .
Secara historis , awal mula kedatangan burung-burung bangau kedesa itu diperkirakan tahun 1965 . selanjutnya

DESKRIPSI PETULU

Secara historis , awal mula kedatangan burung-burung bangau ke desa itu diperkirakan tahun 1965 .Data yang pasti belum ada , namun diperkirakan jumlahnya antara 5.000 - 15.000 ekor .
Dari ribuan burung bangau tersebut , menurut Victor Masron , di klasifikasikan atas 4 (empat) Jenis :
  1. Grettagarzetta atau Little Egret ( LE ) .
  2. Egrtta Intermedia atau Plumed Egret ( PE ) .
  3. Bululcuz Abis atau Cattle Agret ( CE ) .
  4. Ardeola Speciosa atau Jawa Pond Heron .
Keempat jenis burung bangau tersebut memiliki Ciri yang hampir sama . Bedanya terletak pada warna sebahagian bulu tatkala musim kawin , warna kaki dan ciri kuncir . Dalam memilih pohon tempat tidur , keempat jenis itu memiliki kekhasan tertentu .

Populasi terbanyak adalah dari jenis : Bulucuz Ibis atau Cattle Egret ( CE ) , sekitar 60% .


Laporan penelitian Dr. Wayan Bawa ( FKIP-UNUD ) menyebutkan adanya 3 (tiga) Variasi Bangau atau Kokokan atau Blekok di desa Petulu , yaitu :
  • Yang berbulu Putih mulus ; ini yang terbanyak .
  • Yang berbulu Kuning kecoklatan pada bagian kepala dan bulu lainnya Putih .
  • Yang mempunyai warna Hitam pada bagian Punggung , Kemerahan pada Dada dan Putih pada bagian lainnya .

Pepohonan tempat hidupnya burung bangau itu juga beragam . Jenis-jenis pohon tersebut yang dihuni bangau adalah :

  • Pohon Bunut ( Ficus sp ) .
  • Kayu Pule ( Alstonia Scholortis ) .
  • Pohon lainnya seperti : Kelapa , Nangka , Mangga , Jeruk , dan lain-lainnya .

Antara manusia / warga desa dengan bangau di desa Petulu telah berkembang satu pola hubungan yang bersifat Simbiosis . Apa lagi dengan adanya AWIG-AWIG ( Peraturan Desa ) :

" Dilarang membunuh , menangkap , menembak , burung bangau serta Dilarang Mengambil telur burung bangau dari sarangnya "


Setiap Pelanggaran tersebut dikenakan denda Rp. 10.000 ,- ( Sepuluh Ribu Rupiah ) .

Minggu, 27 Desember 2009

UBUD

IDENTIFIKASI dan DAYA TARIK .

UBUD adalah sebuah Desa Budaya , yang memiliki daya tarik , sehingga sampai kini Ubud terkenal sebagai desa Domisili Wisatawan Mancabegara . Awal perkembangan desa Ubud pada tahun 1926 . para seniman asli Ubud dipelopori oleh "Almarhum Tjokorde Gede Agung Sukawati ."Bekerjasama dengan seniman lukis Jerman bernama "Walters Spies" . Disusul lagi datangnya dan menetapnya "RUDOLF BONNET" pelukis Belanda pada tahun 1929 , serta "COLLIN MAC PHEE" seorang komponis Amerika . Perpaduan seni lukis klasik Ubud dengan pengaruh luar , menyebabkan adanya kemajuan pesat dalam bidang seni .

Pertama kali muncul suatu ide yang cukup mulia . Untuk membentuk perkumpulan seniman , yang direalisir sekitar tahun 1931 di UBUD , bernama : " PITHA MAHA "
Anggota - anggotanya :
  • TJOKORDE GEDE AGUNG SUKAWATI .
  • GUSTI NYOMAN LEMPAD .
  • RUDOLF BONNET .
  • WALTERS SPIES .
  • Nyonya M Van Wessen .

TUJUANNYA : Mempertinggi Mutu Seni dan memasarkan hasil karyanya .

FASILITAS .
Fasilitas yang dimiliki : Hotel Puri Saraswati , Hotel Campuhan Ubud ,Home Stay -/+ 60 buah , Bungalow 11 buah , dll .Disebelah selatan Desa Ubud yaitu di kedewatan telah pula di bangun hotel-hotel berbintang , Rent Car , dll .

DESKRIPSI .
UBUD adalah sebuah desa Budaya yang mempunyai berbagai potensi seni keindahan alam dengan hawanya yang sejuk dan menawan serta telah lama berkembang sebagai desa wisata .

(kopraljvc043-hk/28dec/11.54) mahabbah travel .

Deskripsi UBUD

UBUD adalah sebuah Desa Budaya yang mempunyai Berbagai potensi seni keindahan alam dengan hawanya yang sejuk dan menawan serta telah lama berkembang sebagai desa wisata . menurut informasi dari I Wayan putra dan yudhi dari Tjok Gede Suyasa yang di kutip dari lontar " Markandya Purana " mengatakan , bahwa asal usul mula nama Desa Ubud berasal dari : kata WOS atau Oos ngaran " Usadi " Ngaran Usada ; Usada ngaran " UBAD " . dari kata UBAD di transkipkan menjadi UBUD .

Di Ubud ada sebuah sungai yang merupakan Campuran antara Wos Barat dengan Wos Timur yang sekarang disebut dengan sungai CAMPUHAN .

DiCampuhan ini Mpu Markandya mendirikan tempat pertapaan merabas hutan , membagi tanah pertanian dengan penduduk setempat / masyarakat . Pada awal inilah mulai ada kehidupan di desa tersebut .

Di sekitar sungai itu ada pula mata air yang berfungsi untuk pembersuhan segala " MALA " atau kotoran . Disebelah tenggaranya ditemukan Tirtha Nirwana yang dipergunakan untuk kebahagiaan lahir dan bathin bagi masyarakat .

Sungai Wos tersebut betul-betul memberikan kabahagiaan bagi kehidupan manusia karena dapat dipergunakan untuk mengairi sawah . CAMPUHAN ini tempat terjadinya proses Akulturasi kebudayaan barat dengan kebudayaan setempat yang kemudian melahirkan seni lukis gaya UBUD dan Corak Young Artis .

Tumbuh dan berkembang Kerajaan Ubud bercikal bakal dari Raja di KLUNGKUNG . Raja UBUD yang pertama adalah : IDA TJOKORDE PUTU KANDEL " ( 1782 ) . Tahun 1922 / 1927 Status UBUD menjadi kedistrikan , yang menjadi Punggawa " Ida TJOKORDE GEDE RAKA SUKAWATI " , setelah jaman kemerdekaan UBUD menjadi perbekel dan sekarang UBUD merupakan kelurahan . ( di jaman Orde Baru putra raja UBUD , Tjokorde Raka Sukawati telah pula berjasa kepada negara karena dapat menciptakan " PILAR SASTRA BAHU " / penyangga jalan layang di Jakarta /Cokor Ayam ) .

Kini peninggalan raja Ubud masih tetap dilestarikan berupa bangunan puri yang masih banyak bercorak tradisional Bali dan dikembangkan pula sebagai asset Budaya Desa UBUD .

kopraljvc043-hk/28dec/11.32) mahabbah travel